Langsung ke konten utama

Kacau Tugas

 “Lagiii......?”

“Aku capek, bingung, males, bosennnn” 

“Ini tugas apa sih pagi pagi udah harus habisin 1 bab”

“Kertas folioku habis ini aduh ribet banget mau keluar.”

“Buk, aku pengen bolos sekolah tapi kan ini daring udah di rumah huwaaaa.”

Begitulah kira-kira kira situasi Nadin setiap pagi. Tugas yang diberi seperti rombongan. Sebagai siswa biasa, Nadin sangat tertekan dengan sistem belajar baru di sekolahnya. Hari harinya hanya untuk mengerjakan tugas. Mengerjakan tugas bukan berarti belajar. Tidak ada waktu untuk belajar. Nadin mengerjakan tugas hanya untuk dikumpulkan bukan untuk memahami apa itu tugasnya.

Terlalu banyak tugas membuat Nadin bergantung pada google. Jangankan memahami jawaban dari google, kadang membaca jawabannya saja tidak. Jika seperti itu bagaimana Nadin bisa dikatakan paham dengan pelajaran. Ditambah Nadin tipe anak yang mengerjakan tugas dengan dihias bolpoin warna-warni. Hal itu membuat waktu mengerjakan Nadin semakin lama. Berantakan mental Nadin waktu itu.

“Alhamdulillah selesai 1 tapi masih ada 5 lagi yang harus selesai hari ini.” Ujar nadin dalam hati.

Jam menunjukkan pukul 6 sore. Waktunya mengerjakan tugas yang bertengat pukul 12 malam. Total ada 3 tugas yang belum rampung. Waktu bergerak cepat sedangkan Nadin tetap diam fokus mengerjakan tugasnya. Hanya suara podcast yang menemani Nadin. Bolpoin rasanya sangat lengket dengan tangannya. Seakan tak bisa lepas satu sama lain.

Pukul 11 malam ayah pulang. Melihat Nadin yang masih setia dengan tugas-tugasnya. Ayah melihat Nadin sangat rajin dimatanya. 

“Lho kakak kok belum tidur ?” kata ayah.

“masih nugas yah.“ jawab Nadin.

Situasi sama itu berlangsung terus menerus setiap hari. Rutinitas yang berulang sangat membosankan. Untuk mengerjakan tugas saja sudah menguras waktu dan tenaga. Tidak ada ruang untuk Nadin mengasah kemampuan dan hobi nya.


Komentar

  1. semangat nadinnn, bagussss😃😃😃👏👏👏

    BalasHapus
  2. Tenang habis ini lulus, tapi nanti harus lebih kuat buat ngehadepin tugas di kuliah
    Semangat!!!

    BalasHapus
  3. relate banget sih sama hal ini. ngerasa ga efektif ga sih kalau kebanyakan tugas, apalagi hanya untuk menuhin administrasi nilai. tanpa benar-benar diajari:(

    BalasHapus
  4. saya sebagai pembaca jujur merasakan emosi dari part ini. penulis berhasil menarik emosi pembaca melalui susunan kata dan penggambaran suasananya. keren!

    BalasHapus
  5. Tugasnya memang masyaallah🔥🔥

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kehidupan Baru

 Senin pagi, waktu itu bertepat paada tanggal 16 Maret 2020. Nadin mengencangkan dasinya untuk bergegas pergi ke sekolah. Dari ruang tengah gaduh suara TV pagi-pagi membuat seluruh anggota keluarganya tertarik menghampiri sumber suara. Ternyata berita wabah virus import dari Cina. Yang berbeda adalah mengapa presiden sampai turun tangan memeberitakan bahwa warga dihimbau melakukan karantina di rumah selama 2 minggu lamanya. Nadin selesai bersiap diri. Dia pergi ke sekolah dengan perasaan senang. Akhirnya libur 2 minggu setelah jenuh sekali sekolah. Sesampainya di sekolah, para siswa dikumpulkan di lapangan. Perwakilan guru menyampaikan bahwa kita akan melakukan sistem pembelajaran dari rumah selama 2 minggu. Semua siswa bersorak kegirangan. Menurut mereka ini adalah doa yang terkabul. Setelah apel selesai. Semua siswa dipulangkan. “Sepertinya kita akan seperti ini sampai lulus.” Ucap polos Nadin tanpa pikir panjang. “Doa aja semoga gk sampai lulus.” Jawab teman Nadin. Sepanjang ap...

Tugas Paling Berat

 Suatu minggu di Kediri, Nadin mendapat tugas mengerjakan UKBM bahasa Jawa yang sangat banyak. Tengatnya 1 minggu sedangkan Nadin sedang di Kediri. Tugas sudah dicicil mengerjakan selama 3 hari. Di hari ke 3 tugas yang selesai baru setengahnya. Mulai pukul 4 sore, Nadin mengerjakan hingga subuh tanpa henti. Sedangkan di hari ke 4 tugas harus sudah dikirim melalui travel pagi-pagi. Supaya bisa sampai di kantor Ayah lalu dibawa pulang. Dan di hari 5 bisa dititipkan pada teman Nadin, supaya di hari ke 6 bisa dikumpulkan pada teman lainya yang sudah diberi tugas menjadi perantara antara murid dengan guru mengingat situasi pandemi yang masih naik-naiknya. Mau tak mau Nadin harus melembur tugasnya di hari ke 3 sejak sore hingga memasuki hari ke 4. Di hari ke 4 pun Nadin harus mengerjakan hingga pukul setengah 7 pagi. Padahal di jam 7 pagi, supir travel sudah menjemput tugas titipan Nadin. Pukul 4 sore hingga 8 malam berjalan biasa. Masih santai karena uti dan kung belum tidur. Sinetron i...

Daring dari Kediri

Dua bulan terakhir di tahun 2020. Nadin memutuskan untuk tinggal sementara di rumah uti dan kung. Rumah uti dan kung ada di Kediri. Sedangkan rumah Nadin ada di Malang. Uti dan kung tinggal berdua saja tapi setiap pagi menuju siang ada om yang datang untuk beraktifitas. Kehadiran Nadin seperti anak tunggal. Uti dan kung sangat memanjakan Nadin. Apa yang Nadin minta dan butuh selalu diberi. Setiap sudut rumah uti dijajah barang barang Nadin yang sangat banyak. Hari itu Nadin membangun spot belajar yang membutuhkan 1 ruang tengah. Nadin juga membuat kamar sendiri. Camilan milik Nadin tersedia cukup banyak. Tidak ada kesusahan ketika tinggal di rumah uti dan kung. Semenjak itu Nadin tidak pernah lagi menjamah dapur seperti di rumahnya. Hari-hari Nadin sungguh menyenangkan. Banyak yang bisa dilakukan disana. Banyak juga rencana yang ingin dia wujudkan di Kediri seperti diet.  Semenjak gemar membuat kue, Nadin naik berat badan 10kg. Nadin bukan anak yang suka olahraga. Sebelum pandemi, ...