Sejak kecil Nadin hidup dilingkungan keluarga yang bisa menjahit. Sejak kecil pula Nadin bermain dengan mesin jahit. Nadin suka membuat kerajinan tangan. Nadin telaten dengan keahlian tangan. Apapun yang berbau kerajinan, Nadin pasti suka dan bisa. Contohnya, Nadin suka membuat baju untuk boneka barbie nya. Entah itu dijahit dengan tangan, maupun dirajut. Suatu hari yang sunyi, Nadin merenung tentang masa depannya. Apakah yakin dan mungkin Nadin bisa terjun di dunia aviasi sedangkan dia tidak punya latar belakang apapun tentang itu. Nadin merenungkan mengapa dia tidak menata masa depan sesuai kemampuannya saja. Nadin mulai mengingat apa yang bisa dia lakukan. Alhasil dengan latar belakang yang dia miliki, Nadin mantap mengubah rencana masa depannya. Impian Nadin untuk bekerja di bidang aviasi sepertinya terlalu jauh. Nadin memutuskan untuk memilih menjadi fashion designer. Keputusan ini sudah dipikir matang-matang. Sejak kelas 11 Nadin menyiapkan untuk melanjutkan kuliah di jurusa...
Pandemi berlalu seperti biasa. Orang-orang sudah mulai abai dengan pandemi. Aktifitas luar rumah di pertengahan tahun 2021 sudah mulai kembali seperti dulu. Nadin merasa harus punya kegiatan di luar rumah. Mulai lah Nadin mencari apa yang bisa dia kerjakan di luar rumah. Kebetulan sekolah Nadin mengadakan seleksi untuk diajukan mengikuti lomba seni nasional. Nadin yang suka kerajinan sangat tertarik dengan tawaran itu. Ditambah lagi Nadin butuh sertifikat untuk mendaftar kuliah jurusan fashion design. Sertifikat itu sangat bernilai jika dia berhasil mendapatkannya. Hari seleksi tiba. Ada tiga peserta yang mengajukan diri pada pembina. Saat sesi wawancara, hanya Nadin yang aktif waktu itu. Peserta lain seperti tidak begitu ambisius. Itu membuat Nadin semakin yakin kalau Nadin bisa. Padahal dia tidak punya pengalaman apapun untuk mengikuti ajang lomba besar seperti ini. Pembina mengharapkan mereka bertiga saling membantu dalam lomba yang diselenggarakan secara online ini. Pada akhir...