“Nadiinnnnnnnnnnnn jam berapa ini, kamu gak ikut psikotes apa ?” kata ibu
“Ya Allah jam 6 pagi” kata Nadin
Cepat-cepat Nadin lari ke kamar mandi. Memang Nadin tidak suka dengan beberapa hal baru. Seperti hari pertama ke sekolah. Menurutnya hari pertama ke sekolah itu mengerikan. Karna itu semalam dia tidak bisa tidur hingga subuh.
Hari ini jadwal tes kemampuan MIPA dan psikotes di SMA Negeri 1 Langsat. Kegiatan rangkaian syarat tes masuk jurusan IPA. Tapi karna semalam Nadin tidak bisa tidur, akhirnya dia bangun kesiangan. Kejadian sangat fatal untuk hari pertama masuk sekolah. Nadin sangat mengecewakan hari itu.
“Pakkkkk.... Tunggu sebentar.” ujar Nadin
“Aduh nakk... Jam berapa ini baru datang, ayo cepat cepatttt” sorak salah satu guru pengajar di sekolah baru.
Nadin lari sekitar 100 meter ke ruang ujian yang ada di lantai 3 dengan medan berkelok-kelok naik turun dengan terengah-engah. Sesampainya di kelas, wajah wajah serius menahan berak mengalihkan pandangannya pada Nadin. Sangat memalukan. Segera Nadin mendatangi pengawas dan ternyata bangkunya penuh. Tidak ada satupun kursi yang bisa ditempati Nadin. Pengawas kebingungan mencari kursi. Mungkin sekitar 10 menit Nadin membuat suasana ruang tes tidak kondusif karnanya.
“Ini, cepat dikerjakan yang ini dulu !” kata pengawas dengan cemberut.
Mau tidak mau waktu mengerjakan psikotes disamakan dengan peserta lainnya. Pengawas tidak punya waktu untuk membedakan 1 biang kerok dengan 30 peserta teladan. Nadin harus pasrah dan iklas karna memang kesalahannya. Datang terlambat, tidak kebagian bangku, waktu mengerjakan dipotong, dan berakhir mengerjakan tes dengan gugup terburu-buru sesak nafas hingga hilang fokus. Entah bagaimana hasil tes nya nanti, Nadin sudah tak sampai memikirkannya.
Akhirnya psikotes selesai, selanjutnya tes kemampuan MIPA. Sudah lama Nadin tidak belajar. Terakhir kali hanya untuk Ujian Nasional yang kira kira terpaut 3 bulan lebih dengan hari itu. Tentu saja Nadin lupa dengan pelajaran di SMP. Apalagi semalam tidak belajar karna menganggap remeh soal ujian yang ternyata sangat sulit itu.
“Aduh ini soal apa, aku sudah lupa caranya apalagi semalam gak belajar. Dasar Nadin, kalau begini kan menyusahkan diri sendiri.” Batin Nadin.
Kebetulan yang duduk di belakang Nadin adalah teman seperjuangannya di SMP. Mereka sama-sama tidak bisa mengerjakan tes. Merasa senasib akhirnya mereka malah berbincang ria hingga waktu habis sambil tertawa tipis-tipis saling menghibur. Alhasil tentu saja sudah bisa ditebak bagaimana nanti hasil tes nya.
Satu minggu berlalu. Tepat di hari ke-7 adalah waktu pengumuman tes. Tidak ada nama Nadin di papan pengumuman lolos seleksi jurusan IPA. Nama nadin menyangkut di salah satu kelas IPS. Sudah dipastikan Nadin kecewa. Di sekolah Nadin bersikap biasa saja. Hanya bergurai tipis dengan teman-temannya sambil menghibur diri.
Waktunya pulang dan hari itu tidak ada yang bisa menjemputnya. Mas sakit dirawat di klinik tak jauh dari SMA Negeri 1 Langsat dan ibu menjaga mas di klinik itu. Nadin berjalan menuju klinik sendirian tanpa teman. Sepanjang jalan dia harus merenungi hasil tes nya. Cita-citanya menjadi seorang pilot seperti dicabut mentah-mentah sebelum berjuang. Sesekali bendungan matanya jebol tak kuat menahan air tangisnya.
“Assalamualaikum... Buk aku gak lolos IPA.” Ucap Nadin yang sebenarnya hanya kuat berkata itu saja pada ibunya sebelum bendungan air matanya ambrol.
“Hahahahaha ngapain nangis jelek wajahmu.” Tawa mas mengejek.
“Aku gak bisa daftar pilot masss.” Jawab Nadin.
“Yasudah belum rezeki, nanti dicari jalan lain.” Kata ibu.
Begitulah kisah awal SMA yang diawali Nadin. Rencana masa depan yang disusun jadi berantakan begitu saja karna keteledoran. Sebenarnya semua bisa dicegah kalau Nadin memang serius menata masa depan. Jangan sampai menyesal dikemudian hari.
Bagusss pollll
BalasHapusakhirnya ketemu kita di bahasaa aww
BalasHapusNadin Mahendra yang selalu happy di setiap harinya, bagus pol kisahmu
BalasHapusbahasanya novel banget, keren!
BalasHapusomg kerenn
BalasHapuskeren keren
BalasHapusOmgg keren bgt tbl tbl loooo
BalasHapusKeren deck
BalasHapusSemua udah takdirnya
BalasHapuscie
BalasHapusBagus banget lohhhh😊👍
BalasHapusnice👌
BalasHapusbbbaaagusss polll
BalasHapusKerennn bgtttt
BalasHapusWewwww
BalasHapusBagusss bet pokok
BalasHapusMantaph 👍
BalasHapusYok bisa yok kak berubah dikit"♡
BalasHapusKeren pol pollaannn
BalasHapuspasang alarm yg banyak biar ga kesiangan<3
BalasHapusLuczuuuu banetttttttttttþ
BalasHapusberarti jodohnya di bahasa nihh
BalasHapus